PRODUK MAKANAN INDONESIA DIMINATI

Makanan olahan (processed food) dan minuman menjadi salah satu produk ekspor unggulan Indonesia di tengah ekonomi global yang masih lesu akibat pandemic Covid-19. 

Menurut data Kementerian Perdagangan, peningkatan nilai ekspor pangan olahan Indonesia sebesar 7,9% pada periode Januari-April 2020 atau sebesar 1,33 milyar dolar AS.

Pada 2019 ekspor makanan dan minuman Indonesia tercatat senilai 4,15 milyar dolar AS, atau naik 3,54% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tren ekspor pangan olahan Indonesia lima tahun terakhir (2015-2019) tercatat naik sebesar 8,99%.

PDB%202020.png?1617615766305

Menurut Kementerian Perdagangan, kontribusi industri makanan dan minuman Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas adalah sebesar 36,40%. Sementara pada kuartal I 2020, kontribusi makanan dan minuman Indonesia terhadap PDB nasional mencapai 19,98%

Apa saja produk makanan olahan yang digemari pasar mancanegara? Produk makanan olahan tersebut, antara lain, olahan buah nanas, olahan ikan, olahan tuna dan jus nanas.

Ada juga, margarine, wafer, biskuit, kopi kemasan, ekstrak kopi, ekstrak malt, saus, makanan bayi, roti dan kue.

Untuk Filipina sendiri, ekspor makanan dan minuman Indonesia yang utama adalah ekstrak kopi dan teh (48%), es krim, pemanis molase, gula, alkohol dan sebagainya.

Selain itu ada juga ekpor sereal dan tepung untuk makanan.

Sementara itu, untuk produk pertanian, ekspor terbesar dari Indonesia adalah minyak kelapa sawit, minyak kelapa, minyak rapeseed dan minyak sayur lainnya.

Disamping produk pertanian tersebut, Indonesia melakukan ekspor kopi dalam kemasan ke Filipina dan produk itu sangat diterima di pasar Filipina. Namun, pengenaan bea masuk dalam bentuk Special Safeguard (SSG) terhadap kopi dari Indonesia telah berimbas pada penurunan jumlah ekspor.

Petani di Lampung yang terimbas aturan bea masuk tersebut, sehingga produk mereka tidak terserap, telah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo, meminta pemerintah agar melakukan negosiasi dengan Filipina.

Indonesia juga mengekspor produk kokoa ke Filipina, namun negara kepulauan itu tidak termasuk dalam 10 negara tujuan ekspor kokoa. Sepuluh negara tujuan utama ekspor kokoa dari Indonesia adalah Malaysia, Amerika Serikat, Cina, India, Jepang, Korea, Singapura, Srilangka, Taiwan dan Thailand.

Negara tujuan ekspor biji kakao dari Sulawesi Selatan terbesar adalah Malaysia pada 2015 sebesar 16.356,375 ton dengan nilai sebesar 45.39 juta dolar Amerika Serikat. Sementara itu di tahun 2016 turun menjadi 9.231,063 ton dengan nilai sebesar 28.41 juta dolar AS.

Selain Kopi dan Kokoa, Indonesia juga dikenal sebagai salah satu negara produsen dan eksportir rempah terpenting di dunia. Rempah Indonesia rata-rata kontribusi 21,06 % dari total pasar rempah dunia pada tahun 2013.

Sedangkan untuk wilayah ASEAN, menurut data Comtrade tahun 2013, dari total nilai ekspor rempah Indonesia ke pasar dunia, sebesar 31,43 persennya diekspor ke negara-negara di ASEAN. Oleh sebab itu tidak mengherankan apabila pasar ekspor rempah ASEAN banyak didominasi oleh rempah Indonesia.

Share: Facebook, Twitter, Google Plus

Leave a Comment: